Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

Penyakit akibat Gangguan Sistem Pencernaan


Penyakit akibat Gangguan Sistem Pencernaan 

Gangguan sistem pencernaan sering dirasakan seseorang jika pencernaanya terganggu.

• Apendikitis=Radang usus buntu.
• Diare=Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi (Sembelit)=Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti=Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis=Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag="Radang" pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia=Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.

Penyakit akibat Gangguan Sistem Pencernaan


Penyakit akibat Gangguan Sistem Pencernaan 

Gangguan sistem pencernaan sering dirasakan seseorang jika pencernaanya terganggu.

• Apendikitis=Radang usus buntu.
• Diare=Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi (Sembelit)=Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti=Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis=Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag="Radang" pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia=Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.

Senin, 05 Maret 2012

Reproduksi Virus | BIOLOGI SMA



Reproduksi Virus | BIOLOGI SMA. Materi hari ini mengenai Reproduksi Virus, Termasuk didalamnya cara reproduksi virus tersebut. Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh karena itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau replikasi. 

Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau berkembangbiak virus pun ikut membelah. 

Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage, yaitu melalui fase adsorpsi, sintesis, dan lisis.

Virus dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu :

  1. Daur Lisis/Litik
a.    fase adsorbsi
ditandai dengan menempelnya virus (Bakteriofage/Fage) pada permukaan luar dinding bakteri (Escherichia coli).
b.    fase injeksi (penetrasi)
Fage mensekresikan enzim hidrolase yang meluluhkan dinding sel bakteri, sehingga terbentuk lubang, dan Fage memasukkan DNA ke dalam sitoplasma bakteri.
c.    fase eklifase
DNA virus mengambil alih kendali sel bakteri, kemudian menghancurkan DNA bakteri menjadi komponen-komponen dasar pembentuk sel.
d.    fase sintesis
Pada fase ini, dibentuk komponen-komponen virus dalam sel bakteri.
e.    fase perakitan
Komponen-komponen virus tersebut dirakit menjadi calon-calon virus baru.
f.      fase lisis/litik
Dinding sel bakteri pecah dan keluarlah ribuan virus yang siap menginfeksi bakteri yang lain.
  1. Daur Lisogenik
Ada kalanya bakteri dalam keadaan imun, sehingga Fage tidak dapat langsung mengambil alih kendali sel bakteri, sehingga yang terjadi adalah Daur Lisogenik. Fase-fase pada Daur Lisogenik adalah sebagai berikut :
a.    fase adsorbsi
b.    fase injeksi (penetrasi)
c.    fase penggabungan
pada fase ini, DNA virus bergabung dangan DNA bakteri, dan ikut melakukan pembelahan bersama DNA bakteri. DNA tersebut disebut profage. Profage akan selalu mengikuti pembelahan sel bakteri. Sampai suatu saat sel bakteri tidak dalam keadaan imun, dan profage segera mengambil alih kendali sel bakteri.
d.    fase eklifase
e.    fase sintesis
f.      fase perakitan
g.    fase lisis/litik.



Reproduksi Virus | BIOLOGI SMA



Reproduksi Virus | BIOLOGI SMA. Materi hari ini mengenai Reproduksi Virus, Termasuk didalamnya cara reproduksi virus tersebut. Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh karena itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau replikasi. 

Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau berkembangbiak virus pun ikut membelah. 

Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage, yaitu melalui fase adsorpsi, sintesis, dan lisis.

Virus dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu :

  1. Daur Lisis/Litik
a.    fase adsorbsi
ditandai dengan menempelnya virus (Bakteriofage/Fage) pada permukaan luar dinding bakteri (Escherichia coli).
b.    fase injeksi (penetrasi)
Fage mensekresikan enzim hidrolase yang meluluhkan dinding sel bakteri, sehingga terbentuk lubang, dan Fage memasukkan DNA ke dalam sitoplasma bakteri.
c.    fase eklifase
DNA virus mengambil alih kendali sel bakteri, kemudian menghancurkan DNA bakteri menjadi komponen-komponen dasar pembentuk sel.
d.    fase sintesis
Pada fase ini, dibentuk komponen-komponen virus dalam sel bakteri.
e.    fase perakitan
Komponen-komponen virus tersebut dirakit menjadi calon-calon virus baru.
f.      fase lisis/litik
Dinding sel bakteri pecah dan keluarlah ribuan virus yang siap menginfeksi bakteri yang lain.
  1. Daur Lisogenik
Ada kalanya bakteri dalam keadaan imun, sehingga Fage tidak dapat langsung mengambil alih kendali sel bakteri, sehingga yang terjadi adalah Daur Lisogenik. Fase-fase pada Daur Lisogenik adalah sebagai berikut :
a.    fase adsorbsi
b.    fase injeksi (penetrasi)
c.    fase penggabungan
pada fase ini, DNA virus bergabung dangan DNA bakteri, dan ikut melakukan pembelahan bersama DNA bakteri. DNA tersebut disebut profage. Profage akan selalu mengikuti pembelahan sel bakteri. Sampai suatu saat sel bakteri tidak dalam keadaan imun, dan profage segera mengambil alih kendali sel bakteri.
d.    fase eklifase
e.    fase sintesis
f.      fase perakitan
g.    fase lisis/litik.



Minggu, 04 Maret 2012

Sejarah dan Penemu Virus | BIOLOGI SMA




1.         Adolf Meyer
Ilmuwan Jerman, mengadakan penelitian virus pada tanaman tembakau yang terinfeksi penyakit mozaik. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan :
a.       Pada daun yang berpenyakit, ditemukan zat tertentu, sedangkan daun yang sehat tidak.
b.       Zat penyebab penyakit tersebut tidak dapat dibiakkan dalam medium agar-agar.
c.       Zat tersebut tahan pada suhu 60o C.

Adolf Bernard Meyer adalah seorang ahli antropologi dan naturalis berkebangsaan Jerman yang dilahirkan di kota Hamburg pada tahun 1840.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Meyer mengunjungi SwissBelandaDenmarkSulawesiIrian dan Filipina di akhir abad ke-19. Dia mengoleksi banyak spesimen dari perjalanannya.
Meyer bekerja di sebuah musium di Dresden dari tahun 1874 sampai 1906. Dia menyumbangkan koleksi spesimen burung yang dimilikinya ke Senckenbergische Naturforschende Gesellschaft. Meyer adalah pengarang dari Says Wissens Ansicht... (Leipzig, 1870).
Adolf Bernard Meyer meninggal pada tahun 1911 di kota Berlin, Jerman.


2. Dmitri Ivanovski
Ilmuwan Russia pada tahun 1892, mempelajarai penyakit mozaik pada tembakau. Penyebab penyakit tersebut diberi nama Virus, dan berikuran sangat kecil.  
Dmitri Iosifovich Ivanovsky (alternative spelling Dmitrii or Dmitry Iwanowski, Russian: Ивановский, Дмитрий Иосифович) (1864-1920) was a Russian botanist, one of the discoverers of filterable nature of viruses (1892) and thus one of the founders of virology.[1][2][3][4][5]
Ivanovsky studied at the University of St Petersburg in 1887, when he was sent to Ukraine and Bessarabia to investigate a tobacco disease causing a great damage to plantations at the time. Three years later, he was assigned to look into similar disease of tobacco plants, this time raging in the Crimea region. He discovered that both diseases were caused by an extremely minuscule infectious agent, capable of permeating porcelain Chamberland filters, something which bacteria could never do. He described his findings in an article (1892) and a dissertation (1902).
In 1898, the Dutch microbiologist Martinus Beijerinck independently replicated Ivanovsky's experiments and became convinced that the filtered solution contained a new form of infectious agent, which he named virus. Beijerinck subsequently acknowledged Ivanovsky's priority of discovery.


3.         M. Beijerinck
lmuwan Belanda, tahun 1899 juga meneliti penyakit mozaik pada tanaman tembakau. Virus penyebab mozaik pada tembakau disebut TMV (Tobacco Mozaic Virus). Martinus Willem Beijerinck (March 16, 1851 – January 1, 1931) was a Dutch microbiologist and botanist. Born in Amsterdam, Beijerinck studied at the Technical School of Delft, where he was awarded the degree of Chemical Engineer in 1872. He obtained his Doctor of Science degree from the University of Leiden in 1877.[1] At the time, Delft, then a Polytechnic, did not have the right to confer doctorates, so Leiden did this for them. He became a teacher in microbiology at the Agricultural School in Wageningen (now Wageningen University) and later at the Polytechnische Hogeschool Delft (Delft Polytechnic, currently Delft University of Technology) (from 1895). He established the Delft School of Microbiology. His studies of agricultural and industrial microbiology yielded fundamental discoveries in the field of biology. His achievements have been perhaps unfairly overshadowed by those of his contemporaries, Robert Koch and Louis Pasteur, because unlike them, Beijerinck never studied human disease.

4.          Wendell M. Stanley


Ilmuwan Amerika Serikat tahun 1935 dapat mengisolasi dan mengkristalkan virus. Penemuan Stanley tersebut merupakan awal berkembangnya penelitian tentang virus. Saat ini virus dipelejari khusus dalam ilmu Virologi. Satu unit virus yang lengkap disebut virion.Wendell Meredith Stanley (16 Agustus 1904-15 Juni 1971) adalah biokimiawan Amerika Serikat yang banyak menyediakan virus mosaik tembakau, mendapatkan kristal acerose yang baik yang memiliki sifat infektif virus. Penemuan revolusioner ini menandakan bentuk tak biasa virus hidup yang diwakili, dan mengantar Stanley pada Penghargaan Nobel dalam Kimia 1946.